Hai Bestie, apa kabar?
Senang sekali akhirnya saya memutuskan untuk melangkah kembali dari apa yang sudah dimulai. Perlahan mulai produktif lagi. Sebagai ibu baru anak 3, saya harus banyak belajar lagi agar bisa membersamai anak lebih baik. Kali ini, saya mau membahas memahami penyebab luka pada inner child, agar sebagai orang tua mendampingi anak tanpa memberikan luka pengasuhan.
Semakin kesini saya mulai merasa berat untuk mendampingi anak, karena butuh energi lebih. Jujur, poses mendampingi dan merawat anak itu tidaklah mudah. Harapannya ingin selalu memberikan kenangan bahagia pada anak, tapi siapa sangka ternyata ada ketidaksengajaan membuat anak terluka ketika emosi negatif hadir.
Hal itu menyadarkan bahwa pentingnya memahami inner child pada diri sendiri sebagai orang tua. Dimana inner child seseorang mempengaruhi bagaimana karakter saat dewasa. Kenapa hal tersebut saling berkesinambungan? Yuk, lanjut ke pembahasannya ya
Lebih Dekat Tentang Inner Child
Siapa disini yang belum mengenal inner child? Istilah ini mulai booming sekitar tahun 2019-2020. Banyak yang mengenalkan bahwa pentingnya memahami inner child pada diri khususnya para orang tua.
Dulu saya juga sering mendengar, namun saat itu belum paham apa sih sebenarnya inner child dan kenapa penting banget untuk dipahami. Setelah menjadi seorang ibu di tahun 2020, oh saya baru paham kenapa perlu memahami inner child. Karena memang akan mempengaruhi pola pengasuhan yang dilakukan ke anak kelak.
Seperti, disekitar kita seringkali mendengar berita tentang seorang ibu yang tega menyakiti anaknya. Baik secara verbal maupun fisik. Atau saat ini, melalui media sosial menjamur tentang cara mendidik anak secara VOC. Artinya mendidik anak dengan keras dan galak pada anak.
Sejatinya, buat ibu diluar sana yang menyakiti anaknya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Sebaiknya sesama ibu, kita perlu saling mendukungnya. Karena kita tidak tahu hal apa yang sudah dialaminya, sehingga bisa sampai tega menyakiti anak.
Dari apa yang orang tua lakukan pada anak, akan mempengaruhi karakternya ketika dewasa. Sama halnya karakter kita saat ini karena pengaruh dari pengasuhan yang kita terima
Apabila, mengharapkan memiliki anak yang baik berarti orang tua perlu memberikan perlakukan yang baik. Jadi, apa itu Inner Child ?
Apa Itu Inner Child?
Yuk kita bahas pengertian inner child berdasarkan dari banyak sumber dan rangkuman webinar Aku Suka Montessori (ASM) yang disampaikan oleh Via Rizkiana, atau sering disapa Umma bertema “memulihkan Luka Pengasuhan untuk mendampingi anak tanpa meninggalkan luka pengasuhan”.
Inner child merupakan pengalaman masa kecil yang akan membentuk kepribadian seseorang saat ini, baik pengalaman positif dan negatif yang dialami. Pengalaman Negatif di masa kecil, sering kali menyebabkan luka dan tidak disadari dapat membekas hingga dewasa.
Sejatinya, setiap orang memiliki hidup yang berbeda-beda dan unik. Pengalaman negatif saat kecil itu, tidak disadari meninggalkan sisa luka pada diri. Hal tersebut akan mempengaruhi karakter seseorang, bagaimana ia mengambil keputusan, interaksi bersosial dan lingkungan.
Jadi, sepenting itu kita perlu menjaga pengalaman dalam pengasuhan untuk anak-anak. Agar anak mendapatkan rasa kasih sayang dan cinta dengan seutuhnya.
Pengalaman negatif yang dialami seseorang bisa menjadi sebuah luka yang membekas. Apabila terus dibiarkan hingga dewasa. Penyebab luka pada inner child karena pengalaman trauma yang dialami di masa kecil.
Penyebab Luka Pada Inner Child
Luka pada inner child sebetulnya tidak sepenuhnya disengaja untuk dilakukan. Biasanya karena luka itu muncul karena cinta yang lemah dan fisik lelah.
Luka pada inner child biasanya ada pada trauma baik emosional maupun fisik dari pengasuhan yang tidak sehat. Namun, perlu dipahami bahwa luka ini dapat dicegah. Dengan mengetahui penyebab luka pada inner child yang ada. Setidaknya, sebagai orang tua bisa mencegah tidak diteruskan kepada anak kita.
Berikut beberapa penyebab luka pada inner child yang perlu diketahui, agar tidak dialami oleh anak kita antara lain :
1. Bullying
Seseorang yang pernah mengalami bullying atau perundungan akan berdampak besar terhadap bagaimana seseorang bersosialisasi dengan lingkungan. Secara tidak sadar, perundungan juga bisa dialami dari rumah, bukan hanya dari luar rumah.
Ucapan atau tindakan yang sepele, tapi bisa berdampak besar. Seperti memanggil dengan julukan yang menggambarkan fisik anak, mengabaikan perasaan anak, membandingkan anak dengan orang lain, dan merendahkan kemampuan anak.
Oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus lebih berhati-hati lagi ketika berinteraksi dengan anak. Agar anak kita bisa berinteraksi baik dengan lingkungan sekitarnya.
2. Kekerasan Verbal, Fisik, Emosional, dan Seksual
Kekerasan verbal, fisik, emosional dan seksual yang dialami seseorang bukan hanya akan memberikan bekas luka yang terlihat, namun secara tak terlihat akan membekas. Maksudnya, luka baik fisik maupun psikis seseorang.
Luka yang didapatkan karena kekerasan dapat menimbulkan trauma yang mendalam. Sekaligus dapat mempengaruhi karakter ketika anak beranjak dewasa.
3. Perceraian Orang Tua
Ketika angka perceraian orang tua meningkat, perlu diketahui ada banyak anak yang terluka dengan keadaan itu. Bisa menyebabkan sebuah trauma pada sebagian anak. Kehilangan salah satu sosok orang tua, baik ayah atau ibu dapat mempengaruhi perkembangan seorang anak. Terjadi ketidakseimbangan sosok orangtua memungkinkan anak kehilangan arah.
4. Hubungan dengan Orang Tua yang Tidak Harmonis
Anak yang sering kali melihat langsung orang tuanya bertengkar atau melihat hubungan yang tidak harmonis dapat menimbulkan ketakutan. Dampak yang muncul cukup besar mempengaruhi karakter anak. Emosi negatif dari orang tua yang tidak harmonis bisa terserap oleh anak. Secara tidak langsung dapat menyebabkan luka pada inner child anak. Ada yang karakternya menjadi tidak mudah percaya dengan orang lain, ataupun memiliki sifat pemarah.
4. Kehilangan Orang Terdekat
Kehilangan orang terdekat dan tersayang tentunya akan memberikan luka kesedihan yang sangat terdalam. Dampak dari kepergian orang yang disayang membekas hingga bertahun-tahun lamanya.
Contohnya, seorang anak kecil yang sudah ditinggalkan meninggal dunia oleh ibunya. Dapat memicu luka pada inner child hingga trauma dengan kehilangan seseorang. Adanya ketakutan berhubungan dengan orang lain, karena sewaktu-waktu akan kehilangannya.
5. Riwayat Gangguan Mental di Keluarga
Apabila di salah satu anggota keluarga pernah mengalami gangguan mental ringan hingga berat. Bisa juga menjadi salah satu penyebab terlukanya inner child. Hal ini dikarenakan mempengaruhi psikologis seseorang karena melihat kesehatan mental anggota keluarga yang tidak sehat.
Itulah beberapa penyebab inner child seseorang yang terluka. Apabila rasa cinta dan kasih sayang dalam keluarga pada anaknya kurang diberikan juga dapat melukai inner child pada anak.
Dampak yang ditimbulkannya dari penyebab luka inner child akan sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, secara psikologis menyebabkan depresi, sulitnya memahami emosi pada diri, ada rasa tidak nyaman meminta bantuan orang lain, dan sulitnya beradaptasi dengan lingkungan baru.
Oleh karena itu, kenali penyebab dan rangkul Inner Child yang terluka. Mengingat memori bersama ibu dan ayah saat kondisi yang baik dan buruk tidak ada salahnya. Agar dapat meningkatkan kualitas kehidupan menjadi lebih sehat mental.
Rangkul Inner Child yang Terluka
Mari kita sadari untuk menemukan luka pada inner child, agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Ketika hadirnya rasa marah, kesal, sedih atau apapun itu emosi yang hadir. Coba rasakan dan terima emosi itu dengan baik. Walaupun rasa itu ingin menangis hingga berteriak, tidak apa-apa. Biarkan mengalir semua perasaan yang muncul.
Terima semua perasaan yang hadir saat ini. Akui bahwa dirimu sedang marah dan kesal. Marilah kita tidak perlu malu menunjukan perasaan yang ada. Tumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang kepada diri sendiri. Agar bisa memberikan pola pengasuhan yang terbaik pada anak tanpa melukai inner child mereka.
Memori anak akan terus berkembang seiring bertambahnya usia. Hal yang akan anak ingat nanti bagaimana bahagianya bermain bersama keluarga, mendapatkan pelukan dari orang tua, dan bagaimana perlakukan orang tua lakukan
Bismillah, mari kita mulai sadari dan memahami penyebab luka pada inner child. Sehingga dapat menemukan luka itu untuk mengubah menjadi lebih baik. Yuk, jangan sampai melukai inner child anak-anak kita.
iya ini memang penting untuk menyembuhkan luka inner child agar tidak berimbas pada anak-anak kita, dan kita perlu berdamai dengan diri kita sendiri. Ibadah, kalau dalam islam misalnya berdzikir, istigfar juga akan sangat membantu. trims mom.
BalasHapusAku cukup lama bergulat dengan inner child ini, mbak. Validasi lagi setiap bayangan kelam itu datang, coba kendalikan diri. Gimana mau mengasuh anak kalau diri masih terluka jadi buat yang punya inner child negatif saranku sembuhkan diri dulu.
BalasHapusMungkin dulu kita belum memahami apa itu inner child. Namun bersyukur sekarang ilmu pengetahuan semakin berkembang sehingga kenangan masa kecil yang kurang baik bisa mendapatkan terapi agar bisa sembuh
BalasHapusAh, ini dia. Ortu muda yang bersikeras menerapkan pengasuhan ala VOC itu, apa mungkin sebenarnya mengalami luka batin akibat pengasuhan keras ala VOC yang diterimanya dulu ya tapi tidak menyadari (atau tidak mengakuinya).
BalasHapusDulu dipukul sampai memar-memar supaya disiplin, sekarang pun menerapkan hal yang sama pada anak. Dulu disiram air kalau telat bangun, sekarang menerapkan hal serupa pada anak.
Dinner Child ini dampaknya luar biasa ya mbak untuk kita sampai tua. Jadi kalau merasa nggak baik baik saja sama diri, lebih baik cerita dan menyembuhkan diri
BalasHapusImho kayanya semua orang pernah deh punya luka inner child cuman yaa seberapa dalam luka itu harus disadari supaya gak berdampak saat dewasa
BalasHapusAku juga sering sekali memikirkan mengenai "luka" yang tertinggal ini.
BalasHapusKadang menjadi people plesure juga salah satunya ada inner child yang belum disembuhkan. Jadi, pastinya semua punya luka yang dirasa bisa bangkit kalau ada trigger yang memanggil.
Bismillah,
Semoga dengan menyembuhkan apa yang menjadi penyebab utama, inner child ini bisa lebih baik.